Mengenal Spring

Home / Java / Mengenal Spring

Membuat aplikasi dengan lebih cepat dan efisien adalah tujuan semua developer. Spring dibangun untuk memungkinkan para developer untuk secara cepat mengembangkan aplikasi untuk framework Spring, framework aplikasi Java yang populer yang berjalan di server-server Java seperti IBM, Sun, JBoss, dan Oracle.

Salah satu alasan mengapa Spring sangat populer adalah karena menawarkan ke para pengembang Java suatu framework yang ringan untuk menjalankan aplikasi-aplikasi Java tanpa perlu bersusah payah. Di saat yang sama, membuat Java lebih ringan dan modular adalah tujuan utama dari spesifikasi JavaEE berikutnya. Namun meskipin Spring menyebutkan bahwa JavaEE 6 menyajikan peluang untuk tumbuh dan membuat frameworknya lebih cepat, mereka mengakui bahwa ada beberapa kekurangan di depan.

Spring Framework adalah sebuah framework atau kerangka kerja yang bersifat open-source. Spring ini diciptakan oleh Rod Johnson yang bertujuan untuk mengatasi masalah desain sistem dalam pengembangan aplikasi enterprise. Selain itu, Spring juga mengimplementasikan beberapa teknologi IoC (Inversion of Control) kedalam sebuah MVC (Model-View-Controler).

Spring Framework menggunakan teknik pemrograman yang sederhana, model pemrograman dengan Spring cukup mudah, namun rapi. Hal Ini memudahkan bagi para developer pemula untuk mempelajarinya. Jika mempelajari Spring, para developer berevolusi menjadi developer yang lebih baik. Hal ini karena framework Spring mendorong untuk membuat kode program yang modular dan independen. Hasilnya, kode program yang dibuat akan lebih rapi, mudah dites, dan terstruktur dengan baik.

Dengan menggunakan Spring Framework, developer dapat membuat aplikasi enterprise ataupun web. Selain itu juga, para developer dapat membuat aplikasi untuk keamana dan aplikasi yang terkait dengan big data. Spring termasuk portabel karena aplikasi yang dikembangkan dapat berjalan pada JVM manapun.

 Keuntungan memakai Spring

  1. Termasuk framework yang lightweight (ringan) baik dari ukuran maupun kinerjanya. Bentuk JAR-nya tidak lebih besar dari 1MB.
  2. Memiliki kemampuan Injection of Control yang mampu menjadikan objek lebih loose   coupling. Saat IoC aktif, objek secara pasif memberikan daftar objek yang tergantung terhadapnya juga objek apa saja yang dia butuhkan. Spring akan memberikan dependencies mereka saat inisialisasi secara otomatis.
  3. Aspect-oriented Programming, Spring juga memiliki kemampuan untuk memisahkan pengembangan antara aspek business logic dengan system service. Dengan ini objek dapat lebih berkonsentrasi untuk melakukan tugasnya, hanya melakukan business logic sesuai dengan tujuan dia dibuat. Objek-objek tersebut tidak perlu bertanggungjawab atas service-service system seperti logging ataupun mensupport transaksi.
  4. Container, Spring merupakan sebuah container yang dapat mengatur life cycle dari objek-objek aplikasi. Programmer dapat menentukan sendiri bagaimana beans-beans mereka dipakai, apakah hanya dibutuhkan satu inisialisasi beans ataupun menginisialisasi beans baru setiap satu dari mereka dibutuhkan. Semua bisa dilakukan dengan berdasarkan pada prototype yang dapat di konfigurasi.
  5. Framework, Spring memungkinkan programmer untuk lebih berkonsentrasi mengembangkan business logic dari objek-objek aplikasi mereka sementara Spring akan mensupport system service seperti manajemen transaksi, integrasi framework, dll. Semua ini memungkinkan untuk membuat aplikasi yang kompleks dari komponen-komponen yang sederhana

Untuk saat ini Spring mempunyai dua cara dalam memberikan Dependency Injection(DI):

  • Pembuat Injection, Dependency di berikan melalui constructor di kelas Spring pada saat Instansiasi kelas.
  • Memberikan Injection, Dengan method bean bersifat public.disini Spring Framework menggunakan method setter public untuk menyuntikkan Dependency.Dependency ini didefinisikan dalam file konfigurasi eksternal, yang diambil ke dalam application context spring ketika server web dimulai.Application context Spring adalah sebuah XML, sehingga dalam implementasinya memungkinkan dilakukan hubungan antara satu bean dengan bean lain didalamnya.Sayang sekali,belum ada editor untuk propertis didalam applicationContext, sehingga untuk melihat lebih jelas isi dari sebuah beans ini harus menggunakan XML Editor.

Spring Framework yang bertanggung jawab untuk instansiasi Spring bean dan Spring bean memanggil method setter dan menyuntikkan bean pada saat inisialisasi. Spring Framework menangani bean Dependency Injection melalui pengaturan setter-Getter.Spring di desain untuk menjadi sebuat titik integrasi back-end server dan mampu di pakai untuk java EE yang berbasis server-side seperti tomcat. Spring adalah solusi yang ideal untuk mengintegrasikan dengan RIA (Rich Internet Applications).

ARSITEKTUR SPRING FRAMEWORK

  1. Spring AOP

Salah satu komponen utama Spring adalah AOP framework, AOP framework digunakan untuk :

  • Untuk menyediakan layanan Enterprise, terutama sebagai pengganti EJB. Layanan   terpenting dalam layanan ini adalah untuk mendekralif manajemen transaksi, yang telah disediakan dalam abstraksi spring transaction.
  • Untuk memungkinkan pengguna dalam menerapkan AOP dalam penggunaan OOP.
  1. Spring ORM

Spring ORM berhubungan dengan akses database dan menyediakan lapisan layer terintegrasi dengan ORM yang populer termasuk JDO, Hibernate dan iBatis.

  1. Spring Web

Merupakan bagian dari modul pengembangan Web Spring termasuk Spring Web MVC.

  1. Spring DAO

DAO (Data Access Object) mendukung standarisasi akses data yang menggunakan teknologi seperti JDBC, Hibernate dan JDO.

  1. Spring Context

Paket ini didasari pada paket beans untuk menambah dukungan sumber pesan dan untuk pola desain Observer, dan kemampuan untuk mendapatkan sumber daya yang konsisten dengan menggunakan API.

  1. Spring Web MVC

Menyediakan implementasi MVC untuk aplikasi web.

  1. Spring Core

Paket Spring Core ini merupakan komponen paling penting dari Spring Framework. Komponen ini menyediakan fitur Dependency Injection. BeanFactory memisahkan dependensi seperti inisialisasi, pembentukan dan akses object dari logika program user.

Gambar Spring Framework Arsitektur Modul :download

FITUR FITUR DARI SPRING FRAMEWORK

  • Transaction Management : Spring framework menyediakan sebuah layer abstrak yang generik untuk manajemen transaksi, sehingga memudahkan para developer dalam melakukan manajemen transaksi.
  • JDBC Exception Handling : layer abstrak JDBC menawarkan exception yang bersifat hierarki sehingga memudahkan penanganan error.
  • Integration with Hibernate, JDO, and iBatis : Spring menawarkan layanan integrasi terbaik dengan Hibernate, JDO dan iBatas
  • AOP Framework : Spring merupakan framework AOP Terbaik yang pernah ada.
  • MVC Framework : Spring hadir dengan framework aplikasi web MVC, yang dibangun di atas inti Spring. Spring merupakan framework yang sangat fleksibel dalam pengaturan strategi interface, dan mengakomodasi beberapa teknologi view seperti JSP, Velocity, Tiles, iText, dan POI.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *